Mencari Dan Menyelamatkan Kerinduan Seorang Monsinyur Rubi

Byteamwebsite

Mencari Dan Menyelamatkan Kerinduan Seorang Monsinyur Rubi

Banyak cara untuk mengingat sesorang, banyak pula cara untuk menyusun kiprah dan pelayanan seseorang. karena itu, banyak sekali cara untuk mendokumentasikan dua hal ini. Kami memilih media buku sebagaimana keseharian kami bergelut dengan media baca tersebut, Monsinyur Rubi, sosok beliau mendadak menjadi buah bibir setelah sekian lama umat KAS tidak memiliki seorang uskup. Romo berkumis tebal dan bermata sipit ini tiba-tiba menjadi buruan orang-orang untuk mengetahui siapa sosok rohaniwan murah senyum ini.

Nama Beliau sebelumnya memang tak banyak dibincangkan orang. Bahkah, media keuskupan pun tak banyak meliput kiprahnya. Bisa jadi, pilihan pelayanannya yang membuat beliau sepi dari publikasi. Ya apa yang bisa diberitakan dari sosok seorang “hakim” pengadilan Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang ini? Urusan tak jauh dari problem-problem pelik umat terutama gonjang-ganjing perkawinan Katolik.

Mengobrol secara dekat dengan beliau membekaskan kesan amat simpatik dalam diri kami. Niat untuk membukukan perjalanan hidupnya mendadak muncul dalam diri kami. Dan, buku kecil ini adalah realisasi dari niat spontan ini.

Akhir kata, buku ini ibaratnya baru satu bab. Kiprah Monsinyur Rubi berikutnya akan dikabarkan melalui karya-karya nyata beliau di tengah umat KAS. Bisa jadi, Anda-lah yang akan menuliskan kisah itu ke dalam bab-bab baru!. berarti meletakkan Kitab Suci dalam posisi istimewa. Apalagi yang lebih istimewa, selain membuatnya semakin dikenal dan dihidupi!

About the author

teamwebsite administrator