Komentar Surat 1 & 2 Tesalonika

Byteamwebsite

Komentar Surat 1 & 2 Tesalonika

Surat 1 Tesalonika merupakan surat Paulus yang tertua sekaligus juga merupakan yang tertua di antara tulisan-tulisan dalam Perjanjian Baru. Pembahasan tentang kedatangan Tuhan yang bangkit merupakan pokok refleksi yang banyak dibahas oleh Paulus dalam surat 1 dan 2 Tesalonika. Paulus memberikan pengajaran dan nasihat tentang bagaimana jemaat harus hidup dalam sikap penantian yang sehat; tidak digelisahkan dengan berbagai ajaran yang menyimpang, tetap tekun dengan hidup keseharian yang ditanggung dengan bekerja dengan tangan sendiri. Meskipun masih ada diskusi tentang hubungan antara kedua surat kepada jemaat di Tesalonika dan tentang otentisitas 2 Tes sebagai surat Paulus, kedua surat kepada jemaat di Tesalonika ini layak untuk memperoleh perhatian dan studi yang serius. Surat-surat Paulus pada dasarnya merupakan tulisan argumentatif dimana Paulus menjawab persoalan-persoalan konkret yang dihadapi jemaat dengan mengetengahkan dasar-dasar argumentasinya. Surat-surat Paulus memang menyediakan pokok-pokok teologi yang mendalam yang direnungkan oleh Paulus berdasarkan kekayaan tradisi Yahudi (Perjanjian Lama) dan kekayaan tradisi Kristen (wafat dan kebangkitan Yesus) dan dirumuskan dalam cara berpikir Yunani karena surat-surat Paulus dialamatkan kepada jemaat-jemaat Kristen non-Yahudi yang dilayani oleh Paulus.

About the author

teamwebsite administrator