Author Archive teamwebsite

Byteamwebsite

Komentar Surat 1 & 2 Tesalonika

Surat 1 Tesalonika merupakan surat Paulus yang tertua sekaligus juga merupakan yang tertua di antara tulisan-tulisan dalam Perjanjian Baru. Pembahasan tentang kedatangan Tuhan yang bangkit merupakan pokok refleksi yang banyak dibahas oleh Paulus dalam surat 1 dan 2 Tesalonika. Paulus memberikan pengajaran dan nasihat tentang bagaimana jemaat harus hidup dalam sikap penantian yang sehat; tidak digelisahkan dengan berbagai ajaran yang menyimpang, tetap tekun dengan hidup keseharian yang ditanggung dengan bekerja dengan tangan sendiri. Meskipun masih ada diskusi tentang hubungan antara kedua surat kepada jemaat di Tesalonika dan tentang otentisitas 2 Tes sebagai surat Paulus, kedua surat kepada jemaat di Tesalonika ini layak untuk memperoleh perhatian dan studi yang serius. Surat-surat Paulus pada dasarnya merupakan tulisan argumentatif dimana Paulus menjawab persoalan-persoalan konkret yang dihadapi jemaat dengan mengetengahkan dasar-dasar argumentasinya. Surat-surat Paulus memang menyediakan pokok-pokok teologi yang mendalam yang direnungkan oleh Paulus berdasarkan kekayaan tradisi Yahudi (Perjanjian Lama) dan kekayaan tradisi Kristen (wafat dan kebangkitan Yesus) dan dirumuskan dalam cara berpikir Yunani karena surat-surat Paulus dialamatkan kepada jemaat-jemaat Kristen non-Yahudi yang dilayani oleh Paulus.

Byteamwebsite

Berjalan-Jalan Di Taman Rohani Bersama Yesus

Fokus buku ini tertuju pada apa yang telah ditulis oleh keempat penginjil (Matius, Markus, Lukas, Yohanes). Lantas Rm. Budyapranata, Pr. menuliskan renungan berdasar per penulis Injil, sehingga pembaca cepat dan mudah menemukan renungan yang dikehendaki. Keunggulan buku ini disampaikan dengan gaya bahasa sederhana, dan mengambil contoh atau cerita kehidupan sehari-hari yang tercecer di sekitar kita. Keunggulan lain adalah menafsirkan tulisan Injil untuk menyajikan konteks dan latar belakang pada waktu itu, sehingga pembaca bisa membayangkan historisitas zaman, Terlebih juga buku ini bisa dipakai sepanjang tahun.Buku ini layak dibaca oleh katekis, prodiakon/asisten imam, ketua lingkungan, komunitas, Romo, atau siapa pun yang terpanggil menimba inspirasi dari Injil.

Byteamwebsite

Mewartakan Juru Selamat

Dewasa ini kita, umat Kristen di seluruh dunia, merayakan Natal dengan berbagai hiasan, parcel, nyanyian, pohon terang dan kandang Natal. Itu semua sangatlah menyenangkan dan membesarkan hati kita. Meskipun demikian, selain mengabadikan hal-hal yang menyenangkan itu, kita sebaiknya juga memahami rahasia iman yang hendak kita syukuri dengan perayaan tersebut.

Hal itu dapat kita lakukan misalnya dengan mencermati kisah-kisah Natal yang termuat dalam Injil Lukas, yang pengaruhnya pada umat Kristen masih sangat terasa sampai saat ini. Pengaruh itu misalnya tampak pada hal-hal yang mewarnai perayaan Natal dewasa ini, yakni nyanyian Gloria, kandang Natal, madah Zakaria, madah Maria, dan sebagainya.

Setelah menggali dan menemukan rahasia iman yang termuat di dalam kisah-kisah Natal tersebut, kiranya kita tidak hanya akan merayakan Natal sebagai pesta rakyat semata melainkan juga pesta iman.

Byteamwebsite

Inspirasi Injil Matius

Mengapa Injil Matius diletakkan di depan dari ketiga Injil? Menurut para ahli Kitab Suci, ketika kitab-kitab Perjanjian Baru disatukan, Injil Matius merupakan Kitab Injil yang paling dikenal oleh Jemaat Kristen.
Injil Matius terdiri atas 4 bagian pokok: Pertama, mengisahkan masa kanak-kanak Tuhan Yesus, Kedua, mengisahkan keberadaan dan karya-karya-Nya di wilayah Galilea di Israel Utara. Ketiga, mengisahkan perjalanan-Nya dari wilayah utara ke selatan. Keempat, mengisahkan keberadaan dan akhir hidup-Nya di wilayah Yudea.

Dengan menelusuri keempat bagian pokok dari Injil Matius ini, kita diharapkan semakin memahami siapa Yesus Kristus yang kita imani tersebut.

Byteamwebsite

Inspirasi Iman Injil Markus

Ketika Tuhan Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” Mereka menjawab: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: “Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” Kemudian Tuhan Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Dengan tegas Petrus menjawab: “Mesias dari Allah.”

Dengan mencermati perikop demi perikop dalam Injil Markus, kitapun dapat memahami lebih jauh siapakah Tuhan Yesus bagi diri masing-masing sebagai orang kristiani, terutama melalui karya-karya-Nya, ajaran-ajaran-Nya dan akhir hidup-Nya.

Semoga kehadiran buku ini menolong kita untuk semakin memahami dan menghayati iman kita kepada Tuhan Yesus sebagai juru selamat dunia dan juru selamat kita semua.

Byteamwebsite

Inspirasi Injil Lukas

Injil Lukas memuat semua tahap penting dalam seluruh hidup Tuhan Yesus, yakni: masa kecil-Nya, masa berkarya-Nya di Galilea, masa perjalanan-Nya ke Yerusalem dan minggu terakhir hidup-Nya di Yerusalem. Di dalam Injil Lukas ini ditegaskan bahwa semua penampakan Tuhan Yesus sesudah kebangkitanNya terjadi di Yerusalem. Sebab Yerusalem adalah tempat puncak karya Tuhan Yesus dan tempat mulainya awal sejarah Gereja-Nya.

Byteamwebsite

Inspirasi Iman Injil Yohanes

Kitab Injil keempat, menurut keyakinan banyak orang kristiani, ditulis oleh Yohanes, saudara Yakobus, anak Zebedeus. Bersama saudara dan ayahnya itu, Yohanes semula bekerja sebagai nelayan di danau Galilea di Israel Utara. Barulah kemudian, setelah meng ikuti Yesus beberapa saat, dia menjadi salah satu dari kedua belas murid Yesus yang dipilih-Nya menjadi rasul-rasul-Nya.

Menurut para ahli Kitab Suci, Injil keempat ini disusun sebagai bahan pendalaman iman bagi mereka yang sudah cukup mengenal Kristus. Penulisnya tampaknya memperoleh bahan-bahan dari jemaat-jemaat yang sangat dikenalnya, pengalaman dan renungannya sendiri, serta sumber-sumber lain. Hasilnya adalah sebuah Injil yang lebih diwarnai oleh sabda-sabda Yesus yang sangat mendalam.

Byteamwebsite

Mencari Dan Menyelamatkan Kerinduan Seorang Monsinyur Rubi

Banyak cara untuk mengingat sesorang, banyak pula cara untuk menyusun kiprah dan pelayanan seseorang. karena itu, banyak sekali cara untuk mendokumentasikan dua hal ini. Kami memilih media buku sebagaimana keseharian kami bergelut dengan media baca tersebut, Monsinyur Rubi, sosok beliau mendadak menjadi buah bibir setelah sekian lama umat KAS tidak memiliki seorang uskup. Romo berkumis tebal dan bermata sipit ini tiba-tiba menjadi buruan orang-orang untuk mengetahui siapa sosok rohaniwan murah senyum ini.

Nama Beliau sebelumnya memang tak banyak dibincangkan orang. Bahkah, media keuskupan pun tak banyak meliput kiprahnya. Bisa jadi, pilihan pelayanannya yang membuat beliau sepi dari publikasi. Ya apa yang bisa diberitakan dari sosok seorang “hakim” pengadilan Gereja Katolik Keuskupan Agung Semarang ini? Urusan tak jauh dari problem-problem pelik umat terutama gonjang-ganjing perkawinan Katolik.

Mengobrol secara dekat dengan beliau membekaskan kesan amat simpatik dalam diri kami. Niat untuk membukukan perjalanan hidupnya mendadak muncul dalam diri kami. Dan, buku kecil ini adalah realisasi dari niat spontan ini.

Akhir kata, buku ini ibaratnya baru satu bab. Kiprah Monsinyur Rubi berikutnya akan dikabarkan melalui karya-karya nyata beliau di tengah umat KAS. Bisa jadi, Anda-lah yang akan menuliskan kisah itu ke dalam bab-bab baru!. berarti meletakkan Kitab Suci dalam posisi istimewa. Apalagi yang lebih istimewa, selain membuatnya semakin dikenal dan dihidupi!

Byteamwebsite

Belajar Kepemimpinan Mgr. Suharyo

Kerendahan hati yang dijadikan motto pelayanan Mgr. Suharyo sebagai Uskup Agung Semarang terungkap dalam kesederhanaannya sebagai sikap dasar dalam mengemban tugasnya untuk mengajar, menguduskan, dan menggembalakan. Masalah-masalah yang ruwet oleh Mgr. Suharyo bisa diurai dengan cerdas, dan kita pun dibantu untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi.

Kalau muncul masalah, anjuran Mgr. Suharyo sederhana,” Mari kita duduk bersama!